Daring Oh Dearling
Embun pagi masih bergelayut manja di daun-daun. Udara dingin menusuk tulang, menyisakan gigil pada tubuh ini. Mentari pagi malu-malu menampakkan diri, cahayanya lembut menghangatkan jiwa senduku. Angin semilir berhembus perlahan mengiringi langkah kakiku menuju tempat tugas. Tempat aku menenmui anak-anak generasi penerus bangsa, harapan dan kebanggan orang tuanya. Masih terngiang rengekan Agil pagi ini, sebelum […]
Continue Reading