Rinduku

Rinduku

Hujan sedari pagi telah berhenti Tapi awan mendung masih bergantung tanpa pelangi malam minggu ini akan terasa sepi engkau pergi tak kembali   Aku tahu kau patuhi ibumu Pindah ke serang pulau nun jauh Tak sempat kulambaikan tangan sekedar mengantarmu terbang   Meski tak jumpa di sekolah setidaknya namamu tertera hari tak kan sama lagi […]

Continue Reading
Apa Kabar

Apa Kabar

Engkau melambai lesu Hampir sebulan tinggal menghitung hari saat angin menderu kau tantang langit saat angin mati kau tertekuk layu tanpa daya membisu   Berapa kali engkau memandang burung terbang dari dahan ke dahan bercericit menyambut pagi saling menjerit di musim kawin menyulam sarang di kala petang   Berapa lama kau pandang pepohonan kadang daun […]

Continue Reading
Lukisan Tinta Darah

Lukisan Tinta Darah

“Ada yang mati lagi, Mas No?” Tanya Pirman sambil menengguk kopi kental hitam. “Iya, Man. Dipatuk ular pas panen sawit. Mendadak. Barangkali benar, sesiapa yang dilukis Gombloh pasti ujungnya modar. “ Jawab Warno. Warung kopi malam itu jadi semakin ramai. Orang-orang sedang membicarakan Gombloh, seorang pelukis ulung di desa Bangun Setia. Pasalnya banyak hal aneh […]

Continue Reading